Maret 09, 2026

Pembelian Camilan Manis untuk Idulfitri: Sekadar Tradisi, atau Ada Makna Lain?

Idul Fitri telah lama menjadi lebih dari sekadar perayaan keagamaan. Seiring waktu, momen ini berkembang menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya menandai hari suci, tetapi juga menjadi kesempatan berharga untuk kembali terhubung dengan keluarga dan sahabat terdekat. Semangat kebersamaan ini sering diwujudkan melalui kebiasaan saling berbagi bingkisan serta menyajikan aneka camilan manis khas musim Lebaran, seperti biskuit kaleng dan wafer, untuk menyambut tamu saat open house maupun kunjungan silaturahmi.

Di banyak rumah tangga, camilan ini telah menjadi simbol yang begitu lekat dengan suasana Lebaran. Ketika keluarga bersiap menyambut kedatangan kerabat dan tamu, menyiapkan stok camilan Lebaran menjadi bagian dari ritual dalam merayakan hari raya dan berbagi kebahagiaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, periode perayaan ini secara konsisten menunjukkan pola tahunan berupa peningkatan penjualan camilan manis kering. Pertanyaannya, apakah tren yang sama juga terjadi tahun ini? Jenis camilan musiman apa yang paling sering dipilih oleh konsumen? Dan yang tidak kalah penting, makna apa yang sebenarnya terkandung di balik pembelian camilan tersebut selama perayaan Lebaran? Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam berbagai jawaban atas pertanyaan tersebut.

Sumber : Customer Insight

Berdasarkan kata-kata yang sering dikaitkan dengan Lebaran, momen ini secara luas dimaknai sebagai waktu untuk mensucikan diri setelah menjalani bulan Ramadan, sekaligus mempererat hubungan dengan sesama, bukan sekadar perayaan yang meriah.

Sumber : Customer Insight

Perayaan Lebaran sendiri banyak berpusat pada upaya mempererat hubungan hangat dengan keluarga melalui kegiatan halal bihalal dan kunjungan ke orang-orang terdekat, termasuk kerabat maupun tetangga. Untuk memeriahkan suasana sekaligus menghormati semangat silaturahmi, masyarakat biasanya menyajikan camilan manis spesial untuk menjamu tamu yang datang.

Pembelian camilan manis yang berkaitan dengan perayaan Idul Fitri biasanya didominasi oleh camilan manis dalam bentuk kemasan dan kalengan.

Sumber : Data POS Tracking

Secara keseluruhan, performa camilan manis yang berkaitan dengan perayaan Idul Fitri mengalami peningkatan penjualan selama periode festive 2025. Apabila dilihat lebih jauh pada masing-masing kategorinya, baik camilan kalengan maupun camilan kemasan keduanya  menunjukkan peningkatan penjualan.

Sumber : Data POS Tracking

Pertumbuhan penjualan didorong oleh meningkatnya jumlah pelanggan. Namun, spending belanja pelanggan menurun akibat frekuensi belanja yang lebih rendah, namun nilai keranjang belanja pelanggan justru masih mengalami peningkatan.

Sumber : Customer Insight

Camilan kaleng umumnya dibeli untuk keperluan berbagi, terutama dalam momen berkumpul seperti saat perayaan Lebaran. Karena camilan ini biasanya disajikan untuk tamu dan dinikmati bersama, faktor popularitas menjadi salah satu pendorong utama dalam keputusan pembelian. Konsumen cenderung memilih produk yang disukai banyak orang agar camilan yang disajikan dapat diterima dengan baik oleh anggota keluarga maupun tamu yang datang.

Di sisi lain, camilan kemasan lebih sering dimaknai sebagai bagian dari tradisi silaturahmi. Lebaran identik dengan kebersamaan dan mempererat hubungan, sehingga camilan kemasan sering dijadikan buah tangan saat berkunjung ke keluarga, kerabat, maupun tetangga. Dengan demikian, camilan ini menjadi simbol berbagi dan mempererat hubungan.

Sumber : Data POS Tracking

Apabila dilihat dari sisi pelanggan, pembelian didominasi oleh segmen early adult. Pelanggan perempuan memiliki porsi sedikit lebih besar di antara para pembeli, dan kontribusi mereka terhadap total quantity hampir setara dengan proporsi pelanggan masing masing segmen usia, hal ini menunjukkan perilaku pembelian yang relatif proporsional. Sementara itu, pola yang berbeda terlihat pada pelanggan laki-laki.

Sumber : Data POS Tracking

Pada kategori camilan kalengan, pelanggan laki-laki menunjukkan pola yang berbeda, di mana segmen teen berkontribusi pada quantity jumlah pembelian yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa, meskipun secara proporsi, jumlah mereka lebih sedikit. Pelanggan segmen teen  menunjukkan tren peningkatan yang konsisten selama periode Lebaran, meskipun mengalami sedikit penurunan pada tahun lalu. Namun, jumlah quantity pembelian mereka tetap terus meningkat sepanjang periode.

Sumber : Data POS Tracking

Pada kategori camilan kemasan, pelanggan laki-laki juga menunjukkan pola yang berbeda. Segmen adult berkontribusi hampir sama banyaknya dalam jumlah quantity pembelian dengan early adult, meski jumlah proporsi mereka jauh lebih sedikit. Jumlah quantity pembelian dari pelanggan adult ini juga terus meningkat sepanjang periode.

Anggota keluarga inti menjadi penerima utama camilan manis, baik dalam kemasan kaleng maupun kemasan biasa, yang dibeli untuk Lebaran

Sumber : Customer Insight

Camilan kemasan umumnya dianggap sebagai bingkisan Lebaran, sehingga pembeliannya sering dilakukan mendekati hari raya, khususnya pada minggu ketiga Ramadhan ketika masyarakat mulai mempersiapkan berbagai barang untuk diberikan kepada keluarga, kerabat, dan tetangga.

Sebaliknya, camilan manis dalam kemasan kaleng lebih sering dibeli lebih awal, bahkan sejak awal Ramadan. Hal ini karena camilan tersebut biasanya sudah dipersiapkan sejak dini untuk disajikan kepada tamu saat kunjungan dan acara berkumpul, sehingga menjadi bagian dari persiapan rumah tangga menjelang Lebaran.

Sumber : Customer Insight

Data menunjukkan bahwa konsumen cenderung membeli camilan manis dalam jumlah yang cukup besar untuk persiapan Lebaran. Perbandingan antara camilan kaleng dan camilan kemasan juga menunjukkan bahwa camilan kemasan menjadi pilihan yang cukup populer, biasanya dibeli dalam jumlah sedang untuk dibagikan atau dijadikan hadiah selama perayaan.

Selama periode festive, kategori camilan kemasan didominasi oleh Kartika Toast, sementara kategori camilan kaleng didominasi oleh Tango.

Sumber : Data POS Tracking

Selain dikenal karena rasanya yang enak, Tango juga menjadi merek yang paling banyak dipilih oleh responden karena harganya yang terjangkau serta seringnya promo yang ditawarkan.

Sumber : Customer Insight

Data menunjukkan adanya niat yang sangat kuat dari konsumen untuk kembali membeli camilan Lebaran pada Ramadan tahun ini. Lebih dari 90% responden menyatakan bahwa mereka berencana membeli kembali camilan manis, baik dalam kemasan kaleng maupun kemasan biasa. Hal ini menunjukkan bahwa camilan tersebut tetap menjadi bagian penting dalam persiapan Ramadan dan Lebaran, terutama untuk menjamu tamu dan berbagi dengan keluarga serta orang terdekat.

Sumber : Customer Insight

Tidak terdapat perubahan signifikan dalam jumlah camilan manis yang direncanakan untuk dibeli dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebagian besar responden berencana mempertahankan jumlah pembelian yang relatif sama sebagai bagian dari persiapan rutin Ramadan dan Lebaran.

Berbagi dengan orang-orang terdekat tetap menjadi alasan utama konsumen untuk membeli kembali camilan manis pada periode ini. Lebih dari sekadar tradisi atau kebutuhan praktis, camilan manis juga dipandang sebagai cara yang tulus untuk menunjukkan keramahan dan perhatian, sekaligus mencerminkan makna sejati Lebaran: kebersamaan dan mempererat hubungan.

Lebaran dipandang sebagai lebih dari sekadar tradisi. Momen ini menjadi waktu yang sakral untuk merayakan kebersamaan, yang sering diwujudkan melalui kebiasaan berbagi camilan manis kaleng maupun kemasan dengan keluarga dan orang-orang terdekat.

Berdasarkan data tahun lalu, penjualan camilan Lebaran mengalami peningkatan yang didorong oleh bertambahnya jumlah konsumen yang mempersiapkan kebutuhan untuk berkumpul saat hari raya. Pola yang sama diperkirakan akan kembali terjadi tahun ini, mencerminkan motivasi yang serupa: keinginan kuat untuk merayakan kebahagiaan dan kembali terhubung dengan keluarga.

Kami berharap berbagai insight dan data ini dapat memberikan manfaat bagi Anda. Jika Anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai performa produk Anda, kami siap membantu. Dengan lebih dari 22 juta anggota dan jutaan transaksi setiap harinya, kami menyediakan analisis mendalam mengenai perilaku konsumen dan performa produk untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis Anda.

(Business Analyst Alfagift/Image Doc. Photo by RDNE on Pexels)

Hasil Besar. Investasi Kecil.

Siap ambil langkah pertama?